Minggu, 17 Oktober 2010

Ulfatun Rohmah_K7109192_23_3B

INOVASI PEMBELAJARAN
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju, mendorong untuk selalu melakukan pembaharuan-pembaharuan diberbagai bidang khususnya pendidikan. Bergagai inovasi pembelajaran dilakukan guna memajukan pendidikan di Indonesia agar tidak ketinggalan dengan Negara-negara lain yang sudah maju. Zaman sekarang menuntut individu untuk selalu berkembang dan mengembangkan potensinya karena persaingan diluar semakin ketat. Keberhasilan suatu system pembelajaran merupakan salah satu keberhasilan pendidikan dimana pendidikan ini sangat penting bagi kemajuan bangsa dan Negara. Suatu system pembelajaran harus ipengetahuan dan teknologi pun menuntut lembaga pendidikan untuk dapat terus-menerus mengantisipasi perkembangan tersebut agar sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan kebutuhan anak. Dalam pembahasan ini akan menguraikan tentang kemengapaan inovasi pembelajaran, pengertian inovasi pembelajaran, dan konsep belajar dan pembelajaran.
Kemengapaan inovasi pembelajaran
Seperti yang yang telah diuraikan di atas bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut individu untuk mengembangkan potensi diri. Berbagai upaya telah dilakukan demi meningkatkan kwalitas sumber daya manusia. Di bidang pendidikan telah dilakukan berbagai inovasi khususnya dalam inovasi pembelajaran. Pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Implikasinya bahwa pembelajaran sebagai proses yang harus dirancang , dikembangkan dan dikelola secara kreatif dan dinamis dengan menerapkan pendekatan banyak hal untuk menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang kondusif bagi siswa.
Salah satu contoh kondusif pembelajaran yangyaitu pembelajaran kuantum. Pembelajaran kuantum dikembangkan oleh Bobby Depotter (1992) yang beranggapan bahwa metode belajar ini sesuai dengan cara kerja otak manusia dan cara belajar manusia pada umumnya. Pembelajaran kuantum sebagai salah satu model, strategi, dan pendekatan pembelajaran khususnya menyangkut keterampilan guru dalam merancang, mengembangkan, dan mengelola system pembelajaran sehingga guru mampu menciptakan suasana yang efektif, menyenangkan dan memiliki keterampilan. Pembelajaran kuantum merupakan suatu bentuk inovasi pengubahan bermacam-macam interaksi yang meliputi unsur-unsur belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa dalam belajar. Dengan begitu dapat mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain. Dalam pembelajaran kuantum lebih menekankan pada bagaimana guru menciptakan lingkungan belajar yang efektif sehingga suasana belajar menjadi optimal baik secara fisik maupun mental.
Siswa tidak hanya belajar di sekolah saja namun siswa juga belajar di lingkungan yang lain misalnya, keluarga, masyarakat dll. Karena belajar iti dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Dalam masyarakat dan keluarga siswa tidak hanya mendapat teori saja tetapi juga memperoleh pengalaman nyata. Sesungguhnya otak paling baik itu belajar dalam kehidupan nyata. Belajar dengan menanamkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa belajar melalui kesalahan. Karena seperti itulah otak kita dirancang untuk belajar multi jalur, keluar masuk dari aturan, pada berbagai tingkatan dari berbagai sumber dan dalam berbagai konteks yang berbeda. Kita paling baik belajar dengan pembelajaran yang kompleks, misalnya bergerak dari kekacauan menuju kejelasan, mengikuti hasrat dan ketertarikan, mengeksplorasi masalah, memfokuskan pada poin kunci dll. Sebagai guru kita perlu merencanakan pembelajaran seperti ini. Guru merupakan jembatan yang menghubungkan ruang kelas dengan dunia nyata. Dengan teknologi yang ada dan yang sekarang ini semakin maju kita perlu belajar tentang bagaimana mengandalkan teknologi yang ada untuk mencari berbagai informasi. Majalah, computer, video, televisi, dan kunjungan langsung dapat dijadikan sebagai sarana dalam pembelajaran.
Perlu kita renungkan bahwa individu anak adalah pribadi. Masing-masing memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Demi kesuksesan usaha untuk mendidik peserta didik sangat penting bagi seorang guru untuk mengenal siswanya. Kepribadian manusia sangat beragam sekali mungkin sama banyaknya dengan jumlah manusia di dunia ini. Oleh karena itu segolongan ahli berusaha menggolong-golongkan manusia itu kedalam tipe-tipe tertentu karena cara itulah yang paling efektif untuk mengenal sesama manusia dengan baik. Sifat –sifat kepribadian yang ada pada pribadi seseorang akan mempengaruhi sampai dimana hasil belajar itu akan dicapai. Termasuk juga factor fisik kesehatan dan kondisi badan juga akan mempengaruhi hasil belajar. Seseorang yang sedang sakit padaumumnya akan mengalami kesulitan untuk menerima dan mengolah pengetahuan karena daya konsentrasinya akan akan berkurang.
Pebelajar adalah pribadi yang unik. Mereka memiliki sifat, karakteristik, ukuran tubuh, volume otak yang berbeda-beda. Ada orang yang memiliki watak keras, tekun dalam segala usahanya, halus perasaannya, dan ada pula yang sebaliknya. Cara dan pola belajar siswa juaga berbeda. Misalnya, ada anak yang cara belajarnya sambil mendengarkan musik, jika tidak kurang dapat menyerap ilmu pengetahuan, ada juga anak yang cara belajarnya memejamkan mata dan menutup kembali buku yang dibacanya dll. Ukuran dan berat otak juga bervariasi di antara semua manusia. Genetika dan juga pengalaman hidup kita menjadikan otak kita unik. Otak kurang baik untuk berpikir keras pada usia-usia dan kondisi yang kurang pas. Anak usia lima tahun seharusnya tidak diminta untuk menunjukan performa secara akkademis, fisik atau sosial pada level yang sama. Terdapat sedikit pembelajar tertentu yang sudah siap untuk menerimanya. Ada anak usia tigabelas tahun yang secara neurologis belum siap untuk menerima pelajaran aljabar atau geometri. Ada juga anak usia tiga tahun yang dapat membaca seperti anak yang dijari oleh Glen Dolman (1965). Namun disisi lain ketika landasan kerjanya belum siap malah akan merasa frustasi dan yang lebih berbahaya mereka akan menyimpulkan diri mereka bodoh kemudian menyerah. Untuk hal ini, sebagai guru perlu mempersiapakan hal yang berbeda dalam pembelajaran. Tambahkan lebih banyak variasi, pilihan, dan kompleksitas ke dalam proses pembelajaran. Berikan kepada siswa untuk mengekspresikan diri mereka dan saling berinteraksi satu sama lain.

Pengertian inovasi pembelajaran
Kata innovation (inovasi), invention (invensi) dan discovery (diskoveri) dapat diartikan penemuan yang mengandung arti ditemukannya sesuatu yang baru, baik sebenarnya barang itu sudah ada lama kemudian baru itu diketahui atau memeng benar-benar baru dalam arti sebelumnya tidak ada.
Diskoveri (discovery) adalah penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada, tetapi belum diketahui orang. Misalnya penemuan benua amerika. Sebenarnya benua amerika itu sudah lama ada, tetapi baru ditemukan Columbus pada tahun 1492, maka dikatakan Columbus menemukan benua Amerika, artinya Columbus adalah orang Eropa yang pertama menjumpai benua Amerika.
Invensi (invention) adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru, artinya hasil kresi manusia. Benda atau hal yang ditemui itu benar-benar sebelumnya belum ada, kemudian diadakan dengan hasil kreasi baru. Misalnya penemuan teori belajar, teori pendidikan, teknik pembuatan barang dari kayu, mode pakaian dll. Tentu saja muncul ide atau kreativitas berdasarkan hasil pengamatan, pengalaman, dan hal-hal yang sudah ada, tetpi wujud yang ditemukannya benar-benar baru.
Inovasi (innovation) adalah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invension maupun diskoveri. Inovasi digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah t atau tertentu. Misalnya pemerintah selalu melakukan pembaruan kurikulum guna mencapai tujuan pendidikan, peningkatan mutu guru, system kenaikan pangkat, pengaturan waktu dari catur wulan menjadi semester, dan sebagainya.
Dari pengertian di atas dapat diuraikan bahwa inovasi pembelajaran adalah suatu ide atau metode dalam pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dan dirasakan atau diamati sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan suatu masalah. Sesuatu yang “baru” dalam hal ini dapat diartikan apa saja yang belum dipahami, diterima ayau dilaksanakan oleh penerima inovasi, meskipun mungkin bukan sesuatu yang baru lagi bagi orang lain. Akan tetapi yang lebih penting sifat kualitatif berbeda dari sebelumnya.
Konsep Belajar dan Pembelajaran
Sebagian besar masyarakat menganggap belajar adalah usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan. Anggapan ini memeng tidak sepenuhnya salah karena belajar memang proses mendapatkan pengetahuan. Belajar merupakan peristiwa yang terjadi dalam diri manusia yang juga merupakan proses yang terjadi dalam otak manusia. Saraf dan sel-sel otak yang bekerja mengumpulkan semua yang dilihat, didengar, dirasakan dan sebagainya kemudian disusun oleh otak sebagai hasil belajar. Terkadang orang tidak dapat belajar karena system sarafnya terganggu. Namun, ini adalah tanggapan umum orang. Sedangkan menurut para pakar pendidikan mendefinisikan belajar sebagai berikut
a. Gagne
Belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui
b. Cornbach
Belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil pengalaman.
c. Travers
Belajar adalah proses menghasilkan penyesuaian tingkah laku.
d. Morgan
Belajar adalah perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai hasil dari pengalaman.
e. Geoch
Belajar adalah perubahan performance sebagai hasil latihan.
Menurut beberapa pakar di atas dapat kita ketahui belajar adalah suatu usaha manusia sebagai hasil pengalaman yang menimbulkan suatu perubahan tingkah laku pada diri seseorang. Aktivitas yang dapat disebut belajar misalnya mendapatkan perbendaharaan kata,menghafal syair dan nyanyian, mendapatkan bermacam-macam sikap social, kegemaran dan sebagainya. Belajar memiliki beberapa prinsip belajar yaitu pertama adalah perubahan tingkah laku. Kedua adalah belajar merupakan suatu proses. Ketiga balajar merupakan suatu bentuk pengalaman. Kemudian yaitu tujuan belajar. Sebagai suatu proses balajar memiliki tujuan. Diantaranya tujuan instruksional yang biasanya berbentuk pengetahuan dan keterampilan. Selain itu kita dapat atau mampu berpikir kritis dan kreatif, bersikap terbuka dan demokratis, dapat menerima orang lain dan lain-lain. Yang terpenting dari hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya aspek potensi kemanusiaan saja.
Pembelajaran (learning) merupakan proses, cara, perbuatan mempelajari. Pembelajaran berpusat pada peserta didik.
Melalui uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar paling baik adalah menggunakan pengalaman nyata. Mengajar hendaklah memperhatikan kepribadian masing-masing peserta didik dan menyadari bahwa setiap anak adalah seorang pribadi yang unik. Sehingga pengajar harus mendesain sedemikian rupa sehingga dapat tercipta suasana belajar yang kondusif, efektif, menyenangkan dan lebih bermakna bagi peserta didik. Inilah yang harus dilakukan sebagai bentuk inovasi pembelajaran. Inovasi pembelajaran harus dilakukan terus-menerus mengikuti perubahan arus perubahan jaman yang semakin hari ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar